JAKARTA - Tahun baru Imlek selalu dihiasi
dengan tradisi pembagian angpau kepada para pengemis. Hal tersebut juga
terjadi di kawasan Wihara Dharma Bhakti, kawasan Petak Sembilan, Glodok,
Jakarta Barat. Namun, saat akan memberikan angpau sempat terjadi
kericuhan di rumah peribadatan tersebut.
Hal itu bermula ketika salah seorang jemaat yang ingin memberi angpau ke salah seorang pengemis. Akan tetapi, pemberian tersebut juga dilihat oleh puluhan pengemis lainnya hingga amplop bewarna merah ciri khas angpau habis seketika.
Sebelumnya, pengurus Wihara Petak Sembilan, Koh Yu Ie menyatakan, pembagian angpau harus melalui panitia yang telah disediakan wihara.
"Para Jemaat enggak bisa langsung ngasih ke pengemis. Harus melalui panitia dan hansip, agar tidak ricuh nantinya," pungkas Koh Yu Ie di Petak Sembilan, Glodok, Senin (8/2/2016).(okz/rdi)
Hal itu bermula ketika salah seorang jemaat yang ingin memberi angpau ke salah seorang pengemis. Akan tetapi, pemberian tersebut juga dilihat oleh puluhan pengemis lainnya hingga amplop bewarna merah ciri khas angpau habis seketika.
Sebelumnya, pengurus Wihara Petak Sembilan, Koh Yu Ie menyatakan, pembagian angpau harus melalui panitia yang telah disediakan wihara.
"Para Jemaat enggak bisa langsung ngasih ke pengemis. Harus melalui panitia dan hansip, agar tidak ricuh nantinya," pungkas Koh Yu Ie di Petak Sembilan, Glodok, Senin (8/2/2016).(okz/rdi)

Posting Komentar